Tuesday, June 8, 2021

Bentuk Kurva Dalam Pasar

 

 

 

BAB V

Bentuk Kurva Dalam Pasar

 

 

A. Dengan menggunakan pendekatan total

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar ini adalah kurva permintaan pada pasar monopoli yang mempunyai slope negative.



 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar ini adalah kurva permintaan pada pasar persaingan sempurna, mempunyai slope tidak terhingga (sejajar dengan sumbu datar.).



 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar ini adalah kurva penerimaan total (Total Revenue) pada pasar monopoli. Fungsi TR untuk pasar monopoli merupakan fungsi kuadrad.


 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar ini merupakan kurva penerimaan total pada pasar persaingan sempurna. Fungsi penerimaan total pada pasar persaingan sempurna merupakan fungsi linear pangkat 1.



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar ini merupakan perpaduan antara kurva penerimaan total dan biaya total (yang linear) pada pasar monopoli. Titik E1 dan E2 merupakan titik impas  (BEP). Ini berarti posisi impas terjadi pada jumlah output OQ1 dan OQ2. untuk output lebih kecil dari OQ1, atau lebih besar dari OQ2, biaya total lebih besar dari penerimaan total, sehingga perusahaan mengalami kerugian. Untuk output antara Q1 dan Q2 penerimaan total lebih besar dari biaya total, sehingga perusahaan mengalami keuntungan.

            Untuk output OQ3 merupakan penerimaan maksimum, pada output OQ3 belum tentu terjadi keuntungan total maksimum.



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar ini merupakan perpaduan antara kurva penerimaan total dan kurva biaya total  (merupakan garis lurus) pada pasar persaingan sempurna. Titik E menunjukkan posisi impas sehingga untuk output OQ* tidak terdapat keuntungan juga kerugian. Untuk output lebih kecil dari OQ* perusahaan menderita kerugian. Untuk output lebih besar dari OQ* perusahaan menikmati keuntungan. Untuk kasus pada gambar 3.b, tidak dapat ditentukan pada out berapa keuntungan total maksimum.



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar ini merupakan perpaduan antara kurva TR dengan kurva TC nonlienear pada pasar monopoli. Penjelasan kurva sana dengan penjelasan pada gambar 3.a di atas.



 

 

 

 

 

 

 

 

 


                Gambar ini menunjukkan kurva biaya total nonlinear. Apabila untuk kasus pasar persaingan sempurna, kurva biaya total nonlinear  akan terdapat 2 titik impas. Titik impas terjadi pada E1 dan E2 atau terjadi pada output sebanyak OQ1 dan OQ2. Untuk output kurang dari OQ1 / lebih besar dari OQ2 perusahaan menderita kerugian. Untuk output antara OQ1 dan OQ2  perusahaan menikmati keuntungan. Keuntungan dihitung dengan rumus TR – TC.

                Gambar 3 dan 4 baik a dan b, diperlukan kurva total revenue dan total cost karena menggunakan pendekatan total.

 

B. Dengan menggunakan pendekatan marginal



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar di atas menunjukkan kurva penerimaan marginal (MR) pada pasar monopoli. Intercept sumbu tegak kurva MR sama dengan intercept sumbu tegak kurva permintaan. Intercept sumbu datar kurva MR ½ dari intercept sumbu datar kurva permintaan.



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar di atas adalah kurva penerimaan marginal dengan kurva penerimaan rata-rata pada pasar persaingan sempurna. Kurva MR atau AR berimpit dengan kurva permintaan.



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar di atas merupakan kurva biaya marginal (MC). Kurva MC memtong kurva kurva MR pada titik E. kondisi MR = MC menunjukkam jumlah output OQM. Untuk jumlah barang sebanyak OQM dijual dengan harga OPM. Q = kuantitas, P = harga, dan M = monopoli.



 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar di atas menunjukkan kurva biaya marginal pada pasar persaingan sempurna. Dengan adanya kurva biaya marginal (MC), memberikan posisi keseimbangan (MR = MC) dititik E. untuk kasus ini jumlah output yang harus dihasilkan dan dijual adalah sebanyak OQPS. Harga yang terjadi adalh setinggi OPPS.

                Gambar 2.a dan 2.b di atas belum dapat dilakukan analisis apakah perusahaan mengalami kerugian atau keuntungan. Untuk dapat melakukan analisis lebih lanjut, gambar harus dilengkapi dengan kurva biaya rata-rata (AC).



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar di atas menunjukkan kasusu perusahaan yang beroperasi pada pasar monopoli dengan menggunakan pendekatan marginal. Dalam hal ini dibutuhkan kurva MR dan MC.

Pada gambar menunjukkan posisi MR = MC dititik E. Kondisi ini menunjukkan jumlah output sebanyak OQM dan dijual seharga OPM. Penerimaan total merupakan perkalian antara jumlah barang dengan harga barang. Penerimaan total ditunjukkan dalam gambar berupa luas segi empat O,QM,G,PM. Output sebanyak OQM dihasilkan dengan biaya rata-rata (biaya per unit barang) sebesar OCM. Pada kasus ini harga per unit barang lebih besar dari pada biaya per unit barang. Keuntungan per unit barang adalah OPM – OCM = PMCM.

                     Biaya total merupakan perkalian antara jumlah output dengan biaya per unit barang. Biaya total pada gambar ditunjukkan oleh segi empat  O,QM,F,CM.

Untuk kasus ini penerimaan total lebih besar dari pada biaya total sehingga terdapat keuntungan. Keuntungan total dihitung dengan cara TR – TC. Cara lain untuk menghitung keuntungan total adalah perkalian antara jumlah out put dengan keuntungan per unit barang. Pada gambar keuntungan total ditunjukkan oleh segi empat CM,F,G,PM.

                Apabila keuntungan per unit bernilai positif (> 0) maka keuntungan total juga bernilai > 0. keuntungan total > 0 disebut keuntungan super normal. Apabila keuntungan total = 0 dikenal sebagai keuntungan normal.



 

 

 

 

 



                Gambar di atas merupakan kasus pada pasar persaingan sempurna dengan menggunakan pendekatan marginal. Posisi MR = MC berada pada titik E. kondisi ini menunjukkan jumlah output sebanyak OQPS. Pada jumlah barang sebanyak itu dijual seharga OPPS. Berdasarkan kurva biaya rata-rata (AC) siketahui bahwa barang sejumlah OQPS dihasilkan dengan biaya rata-rata atau biaya per unit sebesar  O. Pada kasus ini harga per unit barang lebih tinggi dibandingkan biaya perunit barang.

                Keuntungan per unit barang sebesar PPS,CPS. Penerimaan total ditunjukkan oleh luas segi empat O,QPS,E,PPS. Biaya total ditunjukkan oleh luas segi empat O,QPS,F,CPS. Sedangkan keuntungan total ditunjukkan oleh luas segi empat CPS,F,E,PPS. Keuntungan ini tergolong keuntungan super normal.






Previous Post
Next Post

0 comments: