Thursday, October 3, 2013

Keuangan Syariah Berpotensi Berkembang di Rusia

Keuangan Syariah Berpotensi Berkembang di Rusia


REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Keuangan konvensional Rusia perlu memberikan ruang bagi keuangan syariah. Pasalnya pada survei yang dilakukan di 2009 dan 2010 ditemukan hasil 97 persen Muslim di Rusia tertarik menggunakan bank syariah.

Pengacara di Norton Rose LLP and Partner, Farmida Bi, mengatakan praktik bank syaria hsecara resmi diizinkan di Rusia. Hanya saja pertumbuhannya relatif kecil, hanya 15 hingga 20 persen pertahun.

"Salah satu faktor menarik bagi publik Rusia adalah bank syariah melarang riba dan pengisian bunga atas pinjaman," ujarnya seperti dikutip dari The Voice of Russia, Jumat (15/3).

Menurutnya keuangan syariah terbukti memiliki risiko lebih rendah dibanding jika masyarakat menggunakan bank konvensional. "Keuangan syariah adalah tren baru yang mendasarkan produk pada kepatuhan syariah," ucap Kepala Keuangan Syariah di Zawya, Adnan Halawi.

Masih ada beberapa hambatan bagi keuangan syariah sebelum dapat mencapai potensi yang sebenarnya di Rusia. "Rusia harus memperkenalkan beberapa peraturan perbankan syariah dan hukum sebelum perusahaan mulai menawarkan produk keuangan syariah," kata Halawi. Saat ini jika perusahaan Rusia ingin menjual obligasi syariah (sukuk) dan Syariah Compliant lainnya, maka harus menjualnya ke negara yang sudah mapan keuangan syariahnya, seperti Malaysia.

Ada perkembangan minat dalam keuangan syariah di Rusia. Sektor keuangan Rusia bisa mendapatkan dorongan dengan memanfaatkan pasar keuangan syariah untuk keuntungan sendiri. Tetapi kebijakan ini membutuhkan revisi sumber daya yang dapat diakses. Halawi mengatakan ekspansi akan disambut oleh permintaan produk keuangan syariah dalam negeri.

The Pew Forumon Religious and Public Life melaporkan populasi Muslim di Rusia diharapkan tumbuh dari 16,4 juta jiwa di 2010 menjadi 18,6 juta jiwa pada 2030. Meski Muslim adalah konsumen utama keuangan syariah, namun bukan hal tidak mungkin keuangan syariah ditawarkan ke non Muslim. Keuangan syariah dapat menjadi pilihan layak bagi masyarakat dunia.
           Di Rusia atos kantun digarutna panginteunnya ^^

Sunday, May 12, 2013

Pandangan Masyarakat Indonesia Tentang Ekonomi Syariah

Banyak orang yang menolak terhadap ekonomi syariah , terutama di indonesia sendiri. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut entah mereka takut dengan hukum hukum islam ataukah tidak nyaman dengan kata yang di iringi dengan syariah.

Tidak Cuma sebagian umat non-muslim saja yang menolak syariah sebagai dasar ekonomi tapi umat muslim sendiri menolak dengan mentah-mentah hal tersebut , Mengapa hal itu bisa terjadi ?, nah menurut survei data yang kami cari bahwa masyarakat indonesia ini sangat alergi dengan hukum yang sangat kejam termaksud hukum islam , dengan contoh adanya hukum potong tangan ketika mencuri dan lainnya.

Padahal apabila masyarakat sepenuhnya menerima syariah sebagai landasan ekonomi mereka tidak menutup
kemungkinan koruptor-koruptor akan hilang di negeri ini, bahkan akan meminimalisir angka kriminalisasi serta penyimpangan-penyimpangan lainnya.

Disisi lain kita dapat melihat bahwa negara-negara lain sudah mulai melirik syariah sebagai landasan ekonomi mereka. Serta banyak pula yang telah mengakui bahwa ekonomi syariah itu adalah solusi yang digunakan untuk memecahkan krisis ekonomi dunia sekarang ini.

Masih banyak masyarakat indonesia yang keliru atas bedanya ekonomi dengan hukum , mereka masih mengaitkan syariah dengan potong tangan dan sejenisnya , padahal yang diusulkan adalah dalam bidang ekonominya bukan hukum seutuhnya menggunakan syariah.

Syukur-syukur apabila hukum kita diubah kedalam syariah karena seperti apa yang saya katakan di paragaf 3 tadi akan meminimalisir hal-hal yang tidak baik bahkan hal negatif yang telah menjadi kebiasaan para pejabat tak bertanggung jawab.

Sumber : infoseputarekonomisyariah.blogspot.com

Ujung-Ujungnya ekonomi syariah yang dipakai ,,,

Simple saja yang ane jelaskan gan , tak bosan bosannya juga ane mengatakan bahwa ekonomi isalam adalah ekonomi yang sangat flesible , mengapa flesible karena dapat mengurangi ke yang namanya inflasi , apabila kita memperdalam tentang ekonomi islam yang sesungguhnya bahwa mata uang yang di gunakan adalah mata uang yang mengandung emas , dimana nilai emas akan selalu stabil tau kecil kemungkinan untuk turun

Diindonesia sendiri belum beranjak untuk melakukan mata uang yang mengandung emas sebagai alat transaksi , hanya ada sedikit sekali negara yang sudah mulai menggunakan emas sebagai alat transaksi . sekarang dunia ini masih mengikuti prinsip dolar yang dimiliki oleh amerika sehingga apabila haraga dolar naik ataupun turun akan mempengaruhi nilai uang dunia, sedangkan yang kita ketahui dolar adalah uang kertas dimana nilainya akan mudah terginjang ganjing .

Nah disinilah fungsi emas dimana uang yang mengandung emas akan mengurangi gonjang ganjing tersebut karena dengan sifatnya yang stabil sukar mengalami perubahan. Yang jadi pertanyaannya adalah mengapa bangsa ini masih sulit menggunakan emas sebagai alat transaksi.






BERSAMBUNG ....
sumber : infoseputarekonomisyariah.blogspot.com

Wednesday, May 1, 2013

Syari’ah Sebagai Solusi

Syari’ah Sebagai Solusi
            Salah satu solusi penting yang harus diperhatikan pemerintahan dalam merecovery ekonomi Indonesia adalah penerapan ekonomi syari’ah. Ekonomi syari’ah memiliki komitmen yang kuat pada pengentasan kemiskinan, penegakan keadilan pertumbuhan ekonomi, penghapusan riba, dan pelarangan spekulasi mata uang sehingga menciptakan stabilitas perekonomian.

Ekonomi syari’ah yang menekankan keadilan, mengajarkan konsep yang unggul dalam menghadapi gejolak moneter dibanding sistem konvensional. Fakta ini telah diakui oleh banyak pakar ekonomi global, seperti Rodney Shakespeare (United Kingdom), Volker Nienhaus (Jerman), dsb.

Ke depan pemerintah perlu memberikan perhatian besar kepada sistem ekonomi Islam yang telah terbukti ampuh dan lebih resisten di masa krisis. Sistem ekonomi Islam yang diwakili lembaga perbankan syari’ah telah menunjukkan ketangguhannya bisa bertahan karena ia menggunakan sistemi hasil sehingga tidak mengalami negative spread sebagaimana bank-bank konvensional. Bahkan perbankan syariah semakin berkembang di masa-masa yang sangat sulit tersebut. 

Sementara bank-bank raksasa mengalami keterpurukan hebat yang berakhir pada likuidasi, sebagian bank konvensional lainnya terpaksa direkap oleh pemerintah dalam jumlah besar Rp 650 triliun. Setiap tahun APBN kita  dikuras lagi oleh keperluan membayar bunga obligasi rekap tersebut. Dana APBN yang seharusnya diutamakan untuk pengentasan kemiskinan rakyat, tetapi justru digunakan untuk membantu bank-bank konvensional. Inilah faktanya, kalau kita masih mempertahakan sistem ekonomi kapitalisme yang ribawi.

Selama ini,  sistem ekonomi dan keuangan syari’ah kurang mendapat tempat yang memungkinkannya untuk berkembang. Ekonomi Islam belum menjadi perhatian pemerintah. Sistem ini mempunyai banyak keunggulan untuk diterapkan, Ekonomi Islam bagaikan pohon tumbuhan yang bagus dan potensial, tapi dibiarkan saja, tidak dipupuk dan disiram. Akibatnya, pertumbuhannya sangat lambat, karena kurang mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan pihak-pihak yang berkompeten, seperti Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan dan Industri, BAPENAS, DPR dan Menteri yang terkait lainnya.

Keberhasilan Malaysia mengembangkan ekonomi Islam secara signifikan dan menjadi teladan dunia internasional, adalah disebabkan  karena kebijakan Mahathir yang secara serius mengembangkan ekonomi Islam. Mereka tampil sebagai pelopor kebangkitan ekonomi Islam, dengan kebijakan  yang sungguh-sungguh membangun kekuatan ekonomi berdasarkan prinsip syari’ah. Indonesia yang jauh lebih dulu merdeka dan menentukan nasibnya sendiri, kini tertinggal jauh dari Malaysia.

Kebijakan-kebijakan  Mahathir dan juga Anwar Ibrahim ketika itu dengan sistem syari’ah,  telah mampu mengangkat  ekonomi Malaysia setara dengan Singapura. Tanpa kebijakan mereka,  tentu tidak mungkin ekonomi Islam terangkat seperti sekarang, tanpa kebijakan mereka tidak mungkin terjadi perubahan pendapatan masyarakat Islam secara signifikan. Mereka bukan saja berhasil membangun perbankan, asuransi,  pasar modal,  tabungan haji dan lembaga keuagan lainnya secara sistem syari’ah, tetapi juga telah mampu  membangun peradaban ekonomi baik mikro maupun makro dengan didasari prinsip nilai-nilai Islami.

Aplikasi ekonomi Islam bukanlah untuk kepentingan ummat Islam saja. Penilaian sektarianisme bagi penerapan ekonomi Islam seperti itu sangat keliru, sebab ekonomi Islam yang konsen pada penegakan prinsip keadilan  dan membawa rahmat untuk semua orang tidak diperuntukkan bagi ummat Islam saja, dan karena itu ekonomi Islam bersifat inklusif.
 
Malaysia sendiri juga bisa mengembangkan Ekonomi syariah apalagi indonesia yang kaya dengan sumber daya manusianya , saya sendiri berharap bahwa garut adalah salah satu pelopor ekonomi syariah terbesar dan menjadi pusat sebagai perkembangan ekonomi syariah , tentu itu semua perlu perjuangan yang sangat besar , maka kami mengajak untuk teman-teman semua untuk sama msama berjuang untuk mengembankan ekonomi syariah di Garut khususnya .

Ekonomi Syariah Garut

Ekonomi Syariah Garut
Ekonomi Syariah Garut , yaitu salah satu sumber informasi yang terfokus dalam ekonomi syariah di garut , seperti yang kita ketahui bahwa di garut sendiri ekonomi syariah itu minim sekali digunakan bahkan dalam transaksi menggunakan syariah itu kurang , kami berniat membuat organisasi ini untuk memperkenalkan ekonomi syariah kepada masyarakat di garut khususnya. meskipun organisasi ini cakupannya masih kecil akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa organisasi ini bisa berkembang dan menjadi salah satu pusat informasi penting dalam perkembangan ekonomi syariah di garut.


email  :   forbesgarut@gmail.com