Saturday, August 21, 2021

PENGERTIAN BISNIS


Kata bisnis berasal dari bahasa inggris yakni business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Istilah “bisnis” setidaknya memiliki tiga penggunaan, tergantung cakupan—penggunaan umum (seperti ditulis di atas), penggunaan singular untuk merujuk pada suatu perusahaan atau korporasi, dan generalized usage untuk merujuk pada sektor pasar tertentu, seperti “bisnis rekaman” atau “bisnis komputer”—komunitas pemasok barang dan jasa.


Aktivitas Bisnis dilakukan sebagai suatu pekerjaan dari seseorang, atau aktivitas kelompok orang dan atau dilakukan oleh suatu organisasi  (Basri, 2005)

Aktivitas yang di organisir dan dia atur untuk menyediakan barang dan atau jasa kepada konsumen dengan tujuan mencari laba (Scholl, 1996)

Suatu Organisasi yang menyediakan barang atau jasa dan dibuat untuk mendatangkan laba (Grifin,Ebert, 1999)

Kamus bahasa Indonesia, Bisnis diartikan sebagai usaha dagang. Usaha komersial didunia perdagangan dan bidang usaha.
Skinner (1992) mendefinisikan bisnis sebagai pertukaran barang, jasa atau uang yang saling menguntungkan atau memberi manfaat.

BISNIS MENURUT ISLAM

Kata Bisnis dalam Al-Qur’an yaitu Al-tijarah dan dalam bahasa arab tijaraha, berawal dari kata dasar t-j-r, Tajara, Tajran wa Tijarata, yang bermakna berdagang atau berniaga. At-tijaratun walmutjar yaitu perdagangan, perniagaan (Menurut kamus Al-munawwir).
Menurut Ar-Raghib al-Asfahani dalam Al-mufradat fi gharib al-Qur’an , At-Tijarah bermakna pengelolaan harta benda untuk mencari keuntungan.
Menurut Ibnu Farabi, yang dikutip Ar-Raghib , Fulanun tajirun bi kadza, berarti seseorang yang mahir dan cakap yang mengetahui arah dan tujuan yang diupayakan dalam usahanya.

UNSUR - UNSUR YANG TERDAPAT DALAM BISNIS


* Diorganisir dan diatur.
* Menghasilkan barang dan atau jasa.
* Barang dan atau jasa tersebut di jual untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan   keinginan konsumen.
* Kepentingan pebisnis mencari laba.

TUJUAN DARI BISNIS


* Mencari laba jangka panjang
* Mempertahankan dan mengembangkan kehidupan organisasi
* Memenuhi kebutuhan barang dan jasa untuk masyarakat serta memberi bantuan   (sebagai tanggung jawab sosial bisnis)
* Memperkuat ketahanan negara (dari pajak, Penarikan tenaga kerja, devisa dan   sebagainya)

ORIENTASI DALAM AKTIVITAS BISNIS

* Orientasi Produk
* Orientasi Produksi
* Orientasi Penjualan
* Orientasi Konsumen / Pasar
* Orientasi Pasar dan Lingkungan

DEFINISI SIFAT BISNIS :

* Laba mengimbali pemilik untuk mengambil resiko yang tercakup dalam menginvestasikan uang dan waktu mereka.

* Bisnis memproduksi sebagian besar barang dan jasa yang dikonsumsi orang dan mempekerjakan banyak orang.

Penelusuran riwayat bisnis dan perubahan pandangan mengenai akuntabilitas bisnis di Amerika Serikat (1)

Bentuk bisnis Amerika telah beberapa kali berevolusi selama beberapa abad ini, yaitu:

Revolusi industri yang timbul pada pertengahan abad ke-18, menciptakan adanya sistem pabrik yang membuat bahan dan pekerja yang dibutuhkan untuk memproduksi barang dalam jumlah besar dan mesin-mesin baru yang dibutuhkan untuk produksi massal berkumpul dalam satu tempat.

Abad ke-19 menjadi solusi peningkatan wirausahawan dalam skala besar, dan bisnis Amerika Serikat menganut filosofi laissez-faire.

Laisses-faire adalah prinsip yang menyatakan bahwa pemerintah hendaknya tidak mencampuri perekonomian melainkan harus membiarkan bisnis berlaku tanpa adanya regulasi.

Hasil dari perkembangan perusahaan dan peningkatan sistem produksi tersebut harus dibayar dengan hilangnya kebebasan pekerja.

Seiring hilangnya kebebasan pekerja, maka terjadilah perubahan era yang dinamai era produksi. Era produksi menjadi solusi bangkitnya serikat buruh dan dimulainya regulasi oleh pemerintah.

Pada tahun 1950-an dan 1960-an, timbul lagi era baru yang disebut era pemasaran

Di era ini, produsen barang dan jasa mulai mencari tahu apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pelanggan dan kemudian menyediakannya.

Pada tahun 1980-an, muncul fenomena ekonomi global. Yang menyebabkan adanya perbaikan dalam sistem komunikasi dan transportasi.
Perbaikan tersebut menular kepada metode internasional yang lebih efisien dalam pembiayaan, produksi, distribusi, dan pemasaran produk dan jasa secara bersama-sama.

Dengan adanya perbaikan tersebut, maka muncul satu era yang dipicu oleh internet. Era tersebut dinamai era informasi.
Perkembangan dalam era ini memberikan dorongan dalam perdagangan di semua sektor ekonomi, khususnya di bidang jasa.


Previous Post
Next Post

0 comments: