Saturday, August 21, 2021

ANALISA LINGKUNGAN BISNIS


Mengapa kita perlu menganalisa lingkungan?


* Perubahan adalah sebuah keniscayaan.
* Lingkungan tidak bisa diprediksi tetapi bisa direncanakan/diciptakan.
* Perusahaan tidak berdiri sendiri.

TUJUAN DAN MANFAAT


* Mengantisipasi serangan atau manuver dari pesaing, khususnya pasar yang sama.
* Mengetahui kemungkinan adanya peluang untuk mengembangkan bisnisnya yakni dengan   menganalisa situasi ekonomi, politik, budaya, dll.
* Mengetahui kekurangan dan kelebihan perusahaan sehingga dapat digunakan untuk   pengembangan bisnis.



DEFINISI


Lingkungan Bisnis

* Kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak secara langsung terhadap kinerja perusahaan.
* Lembaga-lembaga atau kekuatan-kekuatan yang berada diluar perusahaan terhadap dan secara potensial mempengaruhi kinerja perusahaan. (Robbins dan Coulter, 1999)
* Porter (1980) membagi lingkungan bisnis menjadi 2 yakni lingkungan eksternal dan   lingkungan internal.
* Lingkungan eksternal terbagi menjadi dua kategori yakni lingkungan umum dan   lingkungan industri.
* Sementara lingkungan internal merupakan aspek-aspek yang ada didalam perusahaan.

Ilustrasi Dimensi Lingkungan Eksternal





LINGKUNGAN EXTERNAL

 1. Lingkungan umum meliputi faktor :
* Demografi
* Ekonomi
* Sosial Budaya
* Teknologi
* Politik

* Aspek Demografi, Struktur umur penduduk, ras, peluang kerja dan pengangguran, urbanisasi.
* Aspek Ekonomi, tingkat inflasi, suku bunga, surplus dan defisit anggaran, tingkat pendapatan masyarakat.
* Aspek Sosial Budaya,  wanita dlm angkatan kerja, variasi dlm angkatan kerja, perilaku kualitas kerja, nilai dan kepercayaan
* Aspek Teknologi, inovasi produk, aplikasi pengetahuan, teknologi komunikasi.
* Aspek Politik, hukum perpajakan, hukum tenaga kerja, peraturan tentang perdagangan luar negeri, deregulasi.

2. Lingkungan industri meliputi aspek-aspek yang terdapat dalam konsep bersaing (competitive strategy), diantaranya
aspek hambatan masuk,
daya tawar pemasok,
daya tawar pembeli,
ketersediaan barang substitusi
persaingan dalam industri

Porter (1980) mengemukakan bahwa aspek lingkungan industri akan lebih mengarah pada aspek persaingan dimana perusahaan berada. Hal ini mengakibatkan faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi persaingan seperti ancaman-ancaman dan kekuatan-kekuatan yang dimiliki perusahaan termasuk kondisi persaingan itu sendiri menjadi sangat perlu untuk dianalisis.

Sumber : Porter (1980), Techniques for Analyzing Industries and Competitors.

style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: restrictions; punctuation-wrap: simple; text-align: left; unicode-bidi: embed; word-break: normal;"> 

MODEL STRATEGI BERSAING :

Ancaman masuk pendatang baru
Persaingan sesama perusahaan dalam industri
Ancaman dari produk pengganti
Kekuatan tawar pembeli
Kekuatan tawar pemasok
Pengaruh kekuatan stakeholder lainnya

STRATEGI MENGHADAPI PERUBAHAN LINGKUNGAN YANG TIDAK PASTI

* Melakukan penyesuaian terhadap perubahan lingkungan > jika lingkungan tidak dapat diubah.
* Melakukan pemantauan lingkungan tidak secara langsung > melalui media.
* Mempengaruhi lingkungan langsung > melalui lobi, pemasangan iklan ata perundingan.

LINGKUNGAN INTERNAL

* Merupakan kekuatan-kekuatan yang ada dalam perusahaan itu sendiri dan sifatnya   dapat dikontrol oleh perusahaan.
* Berpengaruh secara langsung terhadap kompetensi atau kinerja dari sebuah   perusahaan.
* Kekuatan-kekuatan yang ada dalam lingkungan internal diantaranya pekerja, dewan   komisaris, dan pemegang saham.

KERANGKA 7-S MCKINSEY

Tom Peters dan Robert Waterman, mengidentifikasi faktor kunci yang digunakan untuk menjelaskan kinerja dari sebuah perusahaan.



Sumber : Pearce & Robinson (1996), Strategic Management, Richard D. Irwin, Inc.

 

 

Lingkungan Usaha dapat dibedakan menjadi dua
 

1. Lingkungan Pasar (Market Environment)
    -    Costumer
    -    Perusahaaan yang menyediakan bahan mentah
    -    Tenaga Kerja
    -    Perusahaan Pesaing

2. Bukan Lingkungan Pasar (Non Market Environment)
    -    Kegiatan ekonomi secara keseluruhan
    -    Peraturan UU dan pelaksanaannya
    -    Kestabilan Politik dan Kebijakan Pemerintah
    -    Faktor Sosial dan kebudayaan dalam masyarakat
    -    Organisasi Perburuhan dan Ormas Lainnya
    -    Perkembangan ekonomi Global

Efek Lingkungan kepada Kegiatan Dunia Usaha

Krisis Moneter dan Dampaknya pada dunia usaha.

Pada tahun 1997/98 di Indonesia dan beberapa negara asia Lainnya telah berlaku kemunduran Ekonomi yang di juluki The Asian MeltDown atau lebih di kenal dengan istilah Krisis Moneter. Diawali dengan kemerosotan kurs valuta asing, yang selanjutnya diikuti oleh kepanikan di pasar saham, dan ketidakstabilan di sektor keuangan dan Perbankan.
Gambaran tentang Krisis Moneter menjelaskan bahwa kelangsungan hidup suatu perusahaan bukan saja di tentukan oleh kemampuannya menghasilkan barang secara efisien dan efektif (Input,Proses,Output).
Terdapat banyak Faktor lain yang akan mempengaruhi dan menentukan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatannya. Faktor-faktor tersebut dinamakan Lingkungan Kegiatan Usaha Atau Iklim Usaha.


 

Previous Post
Next Post

0 comments: