Saturday, August 21, 2021

MA’RIFATURRASUL

DEFINISI
Nabi dalam bahasa Arab berasal dari kata naba. Dinamakan Nabi karena mereka adalah orang yang menceritakan suatu berita dan mereka adalah orang yang diberitahu beritanya (lewat wahyu). Sedangkan kata rasul secara bahasa berasal dari kata irsal yang bermakna membimbing atau memberi arahan.Definisi secara syar’i yang masyhur, nabi adalah orang yang mendapatkan wahyu namun tidak diperintahkan untuk menyampaikan sedangkan Rasul adalah orang yang mendapatkan wahyu dalam syari’at dan diperintahkan untuk menyampaikannnya


PERBEDAAN NABI DAN RASUL

* Nabi diberi wahyu berupa syariat tapi tidak diperintahkan untuk menyampaikan kepada yang lain, sedangkan Rasul diperintahkan untuk menyampaikan pada yang lain (definisi ini adalah dari Jumhur Ulama’, juga disebutkan dalam Fatwa alLajnah adDaaimah).
* Rasul diutus dengan membawa syariat baru sedangkan Nabi menguatkan / melanjutkan syariat dari Rasul sebelumnya (definisi ini dijelaskan oleh asy-Syaukaany dan al-Aluusy).
* Rasul diutus kepada kaum yang menentang, sedangkan Nabi diutus kepada kaum yang sudah tunduk dengan syariat dari Rasul sebelumnya (pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah).


MISI RASUL

Tugas rasul secara umum ada dua yaitu:
* Mengemban risalah dakwah (hamlun risalatid-da’wah) (QS 5:67, QS 33:39).
* Menegakkan agama Allah (iqmatud-dinillah) (QS 42:13-15)


KEWAJIBAN TERHADAP RASUL

* Beriman kepada Rasulullah
* Membenarkan apa yang dikabarkannya.
* Mencintai Rasulullah.
* Taat dan mengikuti Rasulullah
* Menjauhi apa yang dilarangnya
* Tidak dikatakan beribadah kecuali dengan mengikuti syariatnya
* Membela Sosok dan Risalahnya Rasulullah SAW
* Menghidupkan sunnahnya
* Memperbanyak Shalawat
* Mencintai para pencintanya

CIRI-CIRI RASUL

a. Sifatul Asasiyah
Sifat asas Rasul berupa akhlak mulia yang terdiri dari shidiq, tabligh, amanah, dan fathanah (68:4).
b. Mukjizat
Nabi Muhammad sendiri banyak diberi mukjizat oleh Allah SWT, misalnya dapat membelah bulan (54:1)
c. Al-Mubasyarat
Mubasyarat (Informasi) kerasulan telah diketahui oleh manusia sebelum kedatangannya. Nabi Muhammad SAW sudah dimaklumkan ketika zaman Nabi Isa AS, bahwa akan datang seorang Rasul yang bernama Ahmad (terpuji) (61:6).
d. An-Nubuwah
Ciri-ciri rasul lainnya adalah adanya berita kenabian, misalnya membawa perintah dari Allah untuk manusia secara keseluruhan
e. Ats-Tsamarat
Ciri Rasul adalah ada hasil dari perbuatan dakwah dan harakahnya. Tidak ada hasil maka berarti tidak melakukan. Dengan melakukan maka akan diperoleh hasil walaupun sedikit. Nabi dan Rasul telah membuktikan kepada kita bagaimana hasil dari usaha dakwah mereka.


ISYRAT ( KABAR GEMBIRA )
(1) Berita gembira dari Al-Qur’an
a- Bahwa Allah telah berjanji akan menyempurnakan cahaya-Nya, dan memenangkan agama-Nya ..
    يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci”. (As-Shaf:8-9)

b- Janji Allah berupa khilafah, kejayaan dan keamanan bagi orang-orang beriman ..
وَعَدَ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمْ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمْ الْفَاسِقُونَ

”Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik”. (An-Nur:55)

c- Allah menjanjikan kemenangan, keselamatan dan pembelaan terhadap orang yang beriman ..
وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ
“Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman”. (Ar-Rum:47)
 ثُمَّ نُنَجِّي رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا كَذَلِكَ حَقًّا عَلَيْنَا نُنْجِ الْمُؤْمِنِينَ
“Kemudian Kami selamatkan Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, Demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. (Yunus:103)

d- Dan ditegaskan bahwa kemenangan itu dapat diraih ketika mereka menghadapi perang dan bahaya ..
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمْ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللهِ قَرِيبٌ
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat”. (Al-Baqarah:214)

ISMATUNNABI (TERPELIHARA DARI DOSA)

Para Nabi dan Rasul pasti maksum dalam hal penyampaian risalah (tabligh)
 
Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa yang disampaikan oleh Rasulullah tidak lain adalah wahyu semata. Rasulullah dalam berkata-kata tidaklah mengikuti hawa nafsunya, melainkan dibimbing oleh wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah.
 
قُلْ إِنَّمَا أُنْذِرُكُمْ بِالْوَحْيِ
 
“Katakanlah, sesungguhnya aku hanyalah memberi peringatan kepadamu dengan al-wahyu.” (QS. al-Anbiya [21] : 45)
 
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى(3)إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى(4)
 
“(Dan) dia (Muhammad) tidaklah mengucapkan sesuatu dari hawa nafsunya. Apa yang diucapkannya itu hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadaku).” (QS. an-Najm [53] : 3-4)

ABQARIYATUL RASUL

kata ‘abqari (عَبْقَرِيٌّ) tidak terbatas pada benda saja, tetapi juga dipakai untuk menunjukkan orang yang agung, hebat, dan memiliki kelebihan-kelebihan tertentu yang tidak dimiliki kebanyakan orang, misalnya seseorang yang memiliki otak yang jenius disebut juga ‘abqari (عَبْقَرِيٌّ).

CONTOHNYA…..

Pemikiran brilian seorang Rasulullah mengenai perundingan Hudaibiyah tidak bisa terbaca oleh Umar bin Khaththab dan kaum muslimin kebanyakan, karena itu mereka pun protes. Namun, pada akhirnya mereka mengakui kejeniusan beliau dalam perundingan Hudaibiyah itu, meski awalnya mereka kecewa berat, sampai-sampai mereka tidak mematuhi perintah beliau. Mereka sadar bahwa dengan perjanjian itu, Madinah bisa leluasa mengembangkan sayapnya ke wilayah-wilayah sekitar Madinah untuk mengajak mereka masuk Islam tanpa ada gangguan dari orang-orang Mekkah. Orang-orang Quraisy memang bisa menghalangi kaum muslimin untuk datang ke Mekkah, tapi mereka tidak bisa menghalangi kaum muslimin untuk melebarkan sayap dan pengaruh mereka pada kabilah-kabilah Arab, dan mengajak mereka untuk bergabung bersama kaum muslimin.
    
Previous Post
Next Post

0 comments: