Wirausaha (entrepreneur) atau wirausahawan adalah sesorang yang
berjiwa dagang, dan melakukan kegiatan dibidang usaha bisnis sebagai
profesinya.
Kewirausahaan proses penciptaan sesuatu yang
baru (kreasi baru) dan membuat sesuatu yang berbeda dari hal yang sudah
ada (inovasi). Raymond W. Y Kao (dalam Lupiyoadi dan Wacik, 1998)
Wirausahawan
orang yang mampu mengambil faktor-faktor produksi dan menggunakan untuk
memproduksi barang dan jasa baru, menyadari peluang yag tidak dilihat
atau diperdulikan oleh orang lain.
Wirausahawan pelaku
bisnis yang menerima baik resiko maupun peluang yang ada karena
menciptakan dan mengoperasikan bisnis baru. (Ebert dan Griffin )
5 Syarat menjadi Wirausahawan
Menurut Renald Kasali (Pakar Manajemen Perubahan)
• Reputasi dulu
• Tumbuh dari bawah
• Konsentrasi pada bidang yang dikuasai
• Anti kerumunan
• Modal hanya pelengkap
Ciri seorang Enterpreneur :
• Selalu optimis
• Secara terus-menerus melihat peluang yang tidak dapat dilihat oleh orang lain
• Tidak pernah merasa puas, dan selalu dapat mengeksploitasi perubahan yang ada
• Selalu mempunyai komitmen untuk menang
• Mempunyai intuisi yang tajam
• Action oriented (berorientasi pada aksi)
• Dapat memanfaatkan ancaman menjadi peluang
Faktor yang berpengaruh dalam pembentukan jiwa wirausaha
• Personal, menyangkut aspek kepribadian seseorang
• Sociological, yaitu menyangkut hubungan dengan keluarga, menunjang atau tidak
• Environmental, ini menyangkut faktor lingkungan seseorang dimana ia dibesarkan, ia akan terpengaruh dengan lingkungan tersebut
Faktor pemicu (trigger) terjun ke dunia bisnis
• Karena tidak puas dengan pekerjaan yang ada sekarang
• Karena faktor PHK, pemutusan hubungan kerja, sehingga harus mencari pekerjaan lain
• Adanya keberanian menanggung risiko
• Adanya minat yang tinggi terhadap bisnis
• Adanya peluang yang bisa dimanfaatkan, seperti ada tempat, modal, tenaga pembantu dll
Kreativitas dan Inovasi
Kreativitas biasanya diterjemahkan sebagai kemampuan seseorang menggunakan
kesempatan yang tersedia melalui cara-cara baru dalam memecahkan persoalan yang
tengah dihadapi.
Inovasi dimaksudkan sebagai ketajaman intuisi seseorang untuk menerapkan
kreativitas tadi.
Menumbuhkan Minat Berwirausaha
Dalam kondisi perekonomian yang tidak stabil, terjadi krisis yang berkepanjangan, semakin tertutupnya lowongan dan lapangan pekerjaan, merupakan faktor yang mendorong menjadi lemahnya sendi-sendi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya hal tersebut sebenarnya dapat diupayakan atau didorong untuk tumbuhnya minat wirausaha masyarakat, terlebih bagi kaum muda.
Manfaat menjadi wirausahawan
• Mengurangi pengangguran, memperluas daya tampung tenaga kerja
• Pemelihara keserasian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
• Mendorong seseorang hidup mandiri tanpa tergantung pada orang lain
• Memperbanyak orang yang taat hukum dan peraturan
• Mengembangkan kehidupan ekonomi kerakyatan
• Mendidik generasi muda untuk disiplin dan menciptakan lapangan kerja baru
• Memberi contoh hidup sederhana, dan suka kerja keras
Definisi Usaha Kecil
• Bisnis kecil adalah suatu usaha yang dimiliki dan dikelola secara bebas, dan bisnis kecil ini tidak mendominasi pasar. (Ebert dan Griffin )
• Bisnis kecil ini bukan merupakan bagian atau cabang dari perusahaan lain. Yang menjalankan bisnis ini adalah pemilik sendiri, bekerja bebas sesuai dengan kesanggupannya.
• Suatu bentuk usaha yang tidak tergantung pada pemilik dan manajemennya serta tidak menguasai /mendominasi pasar dimana ia berada.
Fungsi dan Peran
• Secara Umum à kontribusi dalam mengatasi masalah ekonomi makro seperti pengangguran dan supply utama bahan baku bagi perusahaan menengah dan besar
• Penciptaan lapangan kerja
• Meningkatkan inovasi
• Penopang bagi perusahaan menengah dan besar
Menurut M. Tohari (1999: 03-26)
• Penyediaan barang dan jasa
• Penyerapan tenaga kerja
• Pemerataan pendapatan
• Nilai tambah bagi produk daerah
• Peningkatan taraf hidup
Kelompok utama industri bisnis kecil :
• Jasa à segmen paling cepat berkembang, Ex. Semir sepatu, penyewaan mobil, dll
• Eceren (retail) Ã menjual langsung ke konsumen, Ex. Yogurt beku, toko serba ada, dll.
• Konstruksi à 10% bisnis dengan karyawan < 20 orang termasuk bidang konstruksi, Ex. Kontraktor membangun rumah, memasang listrik, genteng dll.
• Finansial à 10% bisnis dengan karyawan < 20 orang, Ex. Pegadaian, simpan pinjam
• Asuransi à 10% bisnis dengan karyawan < 20 orang – Ex. Agen asuransi takaful
• Grosir à 8% bisnis dengan karyawan < 20 orang - membeli produk dari produsen dan kemudian menjualnya ke pengecer, Ex.
• Transportasi à 5% bisnis dengan karyawan < 20 orang, Ex. Perusahaan taksi, limousine lokal
• Pabrikasi à 5% bisnis dengan karyawan < 20 orang, Ex. Excelsior – Henderson sepeda motor klasik abad ke-20
Kriteria menurut UU No. 9/1995
- Memiliki kekayaan bersih paling banyak 200 juta rupiah tidak termasuk harga tanah dan bangunan tempat usaha
- Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak 1 Miliar
- Usaha yang berdiri sendiri, bukan perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau terafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha menengah berskala besar
- Berbentuk usaha yang dimiliki oleh perorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum termasuk koperasi
Penelitian :
63 % dari semua bisnis baru tidak akan merayakan ulang tahun keenamnya.
Sebab-sebab kegagalan bisnis kecil
• Manajerial yang tidak kompeten atau tidak berpengalaman (kurang pengetahuan/informasi)
• Kurang memberi perhatian/terlalu santai menjalankan bisnis
• Sistem kontrol yang lemah /tidak mampu melakukan pengawasan
• Kurang modal, sehingga menjadi serba sulit
Faktor yang mendorong keberhasilan bisnis kecil :
• Ada usaha kerja keras
• Produk yang dijual memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekelilingnya
• Pemilik adalah seorang yang mampu memimpin
• Ada faktor keberuntungan, yaitu adanya titik temu antara berdoa dan berusaha
UKM dapat dikelompokkan dalam empat macam, yaitu :
• Livehood Activities, yaitu UKM yang bertujuan mencari kesempatan kerja mencari nafkah, mereka tidak memiliki jiwa kewirausahaan, jumlah mereka sangat besar
• Micro Enterprise, UKM ini lebih bersifat pengrajin dan tidak bersifat kewirausahaan, jumlahnya juga cukup besar
• Small Dynamic Enterprise, UKM ini memiliki jiwa kewirausahaan, jumlah mereka lebih kecil, mereka sudah mampu menerima pekerjaan sub kontraktor dan import
• Fast Moving Enterprise, UKM yang memiliki jiwa kewirausahaan, banyak menghasilkan pengusaha kelas menengah, jumlahnya lebih sedikit lagi
Perbedaan antara Kewirausahaan dan Bisnis Kecil :
Perbedaan bisnis Kecil dan Bisnis Besar
0 comments: